Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,6 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk memperbaiki 36 ruang kelas yang rusak berat mulai dari utara hingga selatan Cianjur.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur Rifki Mohammad Ramdan, di Cianjur, Selasa, mengatakan perbaikan satu ruang kelas rusak berat rata-rata membutuhkan anggaran sekitar Rp100 juta sehingga total kebutuhan perbaikan 36 ruang kelas di 20 sekolah mencapai Rp3,6 miliar.

Tercatat hingga saat ini terdapat sekitar 496 ruang kelas yang rusak berat di 125 sekolah dasar (SD) yang tersebar mulai dari utara hingga selatan, sedangkan anggaran yang tersedia tidak mencukupi sehingga berbagai upaya dilakukan agar perbaikan ruang kelas rusak setiap tahunnya dapat maksimal dilakukan .

"Kami berupaya menggali dana perbaikan dari berbagai sumber mulai dari provinsi hingga pusat dengan harapan perbaikan ruang kelas rusak dapat mencapai 200 unit setiap tahunnya," kata dia.

Disdikpora Cianjur sudah mengajukan bantuan anggaran ke Pemprov Jabar dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk program revitalisasi pada tahun 2026, di mana pengajuan perbaikan menunggu hasil verifikasi dan validasi dan menunggu Surat Keputusan penetapan sekolah penerima bantuan.

Ia berharap ketika pengajuan diterima, perbaikan dan rehabilitasi ratusan ruang kelas yang rusak dapat dilakukan pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027 dengan total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp49,6 miliar.

"Kami akan terus berupaya menekan angka ruang kelas yang rusak setiap tahunnya disesuaikan dengan anggaran yang ada, termasuk mengajukan bantuan ke Pemprov Jabar dan Kementerian, sehingga perbaikan ruang kelas rusak dapat tuntas dalam waktu singkat," katanya.

Ia menargetkan perbaikan sarana dan prasarana sekolah rusak meningkat 20 persen pada 2026, di mana kerusakan ruang kelas SD yang mendominasi sepanjang tahun dan sebagian besar akibat bencana alam dan lapuk dimakan usia.

Pembangunan dan revitalisasi ribuan sekolah di Cianjur dapat tuntas pada 2028 sehingga tidak ada lagi ruang kelas atau sekolah rusak pada 2029.

Perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang rusak dari berbagai sumber mulai dari anggaran pendapatan belanda daerah (APBD), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), pemerintah pusat hingga bantuan dari berbagai pihak termasuk swasta.

"Kami optimistis angka perbaikan akan meningkat seiring dukungan Pemprov Jabar dan pemerintah pusat serta upaya maksimal dalam mengakses berbagai sumber pendanaan, termasuk dari perusahaan swasta di Cianjur," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026