Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama petugas gabungan melakukan penanganan cepat pohon tumbang yang menutup jalur protokol Arif Rahman Hakim di Kelurahan Muka, sehingga dapat dilintas normal dari kedua arah pada Sabtu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Sabtu, mengatakan penanganan pohon tumbang dilakukan petugas gabungan, terdiri dari TNI/Polri, Damkar Cianjur, dan relawan berlangsung selama satu jam.
Saat Sabtu malam, jalur protokol penghubung Cianjur-Sukabumi-Bandung dan jalur utama menuju pusat kota Cianjur dapat dilalui normal dari kedua arah, sedangkan selama penanganan arus kendaraan diarahkan ke sejumlah jalur alternatif.
"Tidak ada korban jiwa atau kendaraan yang tertimpa pohon tumbang berukuran besar itu, namun arus lalu lintas terputus sementara karena sebagian besar landasan jalan tertutup pohon," katanya.
Petugas dengan alat bermesin ditunjang satu kendaraan kabin ganda langsung melakukan penanganan bersama petugas gabungan, sehingga pohon yang tumbang dapat dievakuasi dengan cepat setelah satu jam penanganan.
Arus kendaraan kembali dapat melintas normal, namun pihaknya tetap mengimbau pengendara meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan saat melintas karena di sepanjang jalur tersebut banyak pohon rawan tumbang saat hujan turun deras disertai angin kencang.
Terlebih, kata dia, BMKG mengeluarkan peringatan dini bahwa cuaca di Jawa Barat, terutama Cianjur, diperkirakan diguyur hujan lebat hingga tiga hari ke depan, sehingga harus diwaspadai masyarakat mulai dari utara hingga selatan.
"Kami mengimbau masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan selama tiga hari ke depan, segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana," katanya.
Bahkan pihaknya menyiagakan puluhan petugas dan relawan guna melakukan pengawasan dan pelaporan serta koordinasi dengan petugas gabungan guna melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026