Cianjur (ANTARA) - Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, memastikan kebutuhan hewan kurban sekitar 3.500 ekor dapat terpenuhi dari peternak lokal setempat, dimana sebagian besar sudah mendapat pemeriksaan dan dinyatakan sehat.

Medik Veteriner Ahli Pertama DPKHP Cianjur Muhammad Abdul Rahman di Cianjur, Jumat, mengatakan jumlah hewan kurban akan terus bertambah sesuai dengan permintaan menjelang hari raya kurban, sehingga pengawasan lebih ditingkatkan mulai dari utara hingga selatan.

Pihaknya merinci saat ini terdapat sekitar 5.596 ekor hewan kurban milik peternakan dan kelompok peternak di Cianjur dengan rincian 2.388 ekor sapi dan 2.613 ekor domba, 575 kambing dan 20 ekor kerbau, dimana jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk kebutuhan hewan kurban tahun 2026.

Sedangkan kebutuhan hewan kurban jenis sapi dan kambing diperkirakan lebih dari 3.500 ekor, sehingga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari peternak lokal baik perusahaan atau kelompok peternak yang ada di wilayah utara hingga selatan Cianjur.

"Pasokan hewan kurban jenis kambing atau domba berasal dari peternak lokal di wilayah selatan dan utara, sedangkan untuk stok sapi biasanya diambil dari luar kota seperti Bali, Madura, dan Lampung," katanya.

Pihaknya memastikan dari ribuan ekor hewan kurban di Cianjur dinyatakan sehat setelah mendapatkan pemeriksaan dari puluhan orang petugas kesehatan hewan yang sudah bertugas sejak awal bulan Mei, termasuk memberikan vaksinasi.

Bahkan petugas juga meminta peternak atau pengelola peternakan rutin melakukan pemeriksaan hewan ternak sebelum dijual untuk kurban, segera melapor ketika mendapati hewan yang sakit sehingga dapat ditindaklanjuti petugas di lapangan guna dilakukan pemeriksaan.

Termasuk meminta pengelola peternakan atau kelompok peternakan melakukan karantina terpisah ketika menambah stok hewan kurban dari luar kota, guna menghindari terpapar penyakit terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Kami memastikan dari ribuan hewan kurban di Cianjur sudah dinyatakan aman dan dipasangi stiker, sehingga masyarakat dapat memilih hewan yang hendak dikurbankan tanpa ragu," katanya.

Menjelang hari raya kurban, pihaknya terus menggencarkan program vaksinasi PMK terhadap hewan yang akan disembelih pada hari raya, dimana program tersebut menyasar peternakan dan kelompok peternak serta bandar atau pedagang hewan kurban yang ada di Cianjur.

"Pemeriksaan dan pemberian vaksinasi pada hewan kurban di setiap bandar atau pedagang untuk memastikan hewan kurban terutama sapi terbebas dari PMK dan penyakit hewan lainnya," kata dia.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026