Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam dampak dari masih turunnya hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah.
"Mudah-mudahan tidak ini (hujan), dan untuk kepada warga untuk berkaitan dengan ini ya hati-hati saja," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Senin.
Ia menuturkan, perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim hujan berakhir April 2026, namun sampai saat ini curah hujan masih tinggi mengguyur wilayah Garut.
Prakiraan cuaca BMKG itu, kata dia, hanya sebatas perkiraan manusia, sepenuhnya ketentuan Tuhan, namun melihat kondisi saat ini kemungkinan awal Juni sudah kemarau.
"Ya, intinya prakiraan, tapi kan Allah yang menentukan, intinya prakiraan BMKG ini sampai 30 April hujan, selanjutnya akan ada siklus El Nino," katanya.
Ia menyampaikan masih adanya curah hujan tersebut masyarakat terutama di daerah yang rawan bencana alam agar selalu waspada dan menghindarinya apabila terjadi hujan.
Ia berharap hujan yang masih turun di Garut tidak menyebabkan terjadinya bencana alam terutama saat momentum saat ini Hari Raya Idul Adha.
Selain mewaspadai bencana alam saat hujan, kata dia, pihaknya juga mewaspadai potensi masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih dampak musim kemarau.
"Kalau kemarau kita bersama-sama dengan dinas yang lain untuk menyiapkan sumber air, terus membuat embung air, terus menyiapkan pengairan di masing-masing lingkungan," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026