Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan, Indonesia dipandang memiliki prospek investasi yang solid dan atraktif, dengan peluang mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026-2027.
Optimisme tersebut antara lain didukung oleh penerapan paradigma investasi baru dalam pengelolaan cadangan devisa yang sesuai dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
BI pun menegaskan, pengelolaan cadangan devisa dilakukan secara lebih adaptif dan berhati-hati, didukung oleh pemanfaatan teknologi yang relevan guna memperkuat kepercayaan investor serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah dinamika global.
Adapun seminar internasional yang diselenggarakan pada 29-30 Januari 2026, di Bali, ini dihadiri oleh perwakilan institusi keuangan internasional, lembaga kustodian dan counterparty internasional, perbankan, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Rangkaian FIT juga dilanjutkan dengan diskusi bersama bank sentral berbagai negara yang salah satunya membahas penguatan kerja sama keuangan internasional, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan eksternal Indonesia sebagai upaya memitigasi dampak ketidakpastian global
Baca juga: Gubernur BI prediksi ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 akan lebih baik
Baca juga: Begini kondisi perekonomian Indonesia tahun 2025 menurut BI
Baca juga: Persepsi pasar soal kebijakan BI kunci jaga stabilitas rupiah
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BI perkuat pengelolaan cadangan devisa, jaga kepercayaan pasar
