“Jika anak terlihat taat tapi tegang, orang tua perlu mengevaluasi pendekatannya,” kata dr. Aimee.
Dalam membantu anak memaknai puasa secara positif, dr. Aimee menyarankan agar puasa dikenalkan secara bertahap sesuai kesiapan mental anak, bukan berdasarkan usia atau perbandingan dengan anak lain. Anak juga perlu diyakinkan bahwa rasa lelah atau lapar adalah hal wajar, dan nilai dirinya tidak diukur dari seberapa lama ia berpuasa.
Orang tua dapat mendukung anak melalui komunikasi empati, memberi ruang untuk mengekspresikan perasaan, dan menekankan proses belajar puasa. Dengan pendekatan yang konsisten, anak belajar menjalani puasa dengan rasa aman, memahami makna ibadah, dan menjadikan pengalaman Ramadan sebagai kesempatan tumbuh.
Baca juga: Berikut kiat orang tua mengenalkan puasa Ramadan pada anak sesuai usia
Baca juga: Begini cara mengajarkan puasa pada anak, bertahap dan tanpa tekanan
Baca juga: Konsumsi vitamin C dan zinc jaga daya tahan tubuh saat berpuasa
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Orang tua diminta waspada tanda anak belum siap berpuasa
