Cisarua (ANTARA) - Polisi menyatakan bencana longsor disertai banjir bandang yang menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia, sementara 114 warga lainnya masih dalam proses pencarian.
Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, diawali suara gemuruh keras yang terdengar warga sebelum material tanah dan lumpur meluncur dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.
“Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda dan disertai banjir bandang,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dan lumpur, sehingga menyebabkan kerusakan berat pada permukiman di sekitar lokasi terdampak.
Berdasarkan data sementara kepolisian, sebanyak enam orang ditemukan meninggal dunia, sementara puluhan warga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.
Kapolsek menjelaskan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban melibatkan personel kepolisian, TNI, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat yang bergotong royong membantu penanganan darurat.
Namun demikian, upaya pencarian sempat terkendala oleh kondisi medan yang berat, material longsor yang tebal, serta cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah tersebut.
“Kami tetap berupaya maksimal melakukan pencarian korban dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan,” ujar Yogaswara.
Ia juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspada dan menjauhi area longsoran, mengingat masih adanya potensi bencana susulan akibat kondisi tanah yang labil.
Baca juga: Update longsor Cisarua: 82 korban masih dalam pencarian
Baca juga: 23 warga selamat longsor Cisarua direlokasi ke kantor desa
