Tasikmalaya (ANTARA) - Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota memperkuat pengamanan jalur nasional di wilayah Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sebagai jalur utama perbatasan Garut-Tasikmalaya yang rawan macet dan kecelakaan saat pengamanan Natal dan Tahun Baru pada Operasi Lilin Lodaya 2025.
"Tentunya kita punya satu lokasi yang menjadi fokus kami yaitu Tanjakan Gentong agar tertib dan lancar," kata Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota AKBP Moh. Faruk Rozi di Tasikmalaya, Sabtu.
Ia menuturkan, Polres Tasikmalaya Kota sudah menyiapkan personel gabungan untuk melakukan pengamanan Natal dan Tahun Baru dalam Operasi Lilin Lodaya 2025 untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Tasikmalaya sampai 2 Januari 2026.
Wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota, kata dia, memiliki wilayah jalur nasional yang berpotensi rawan kemacetan di Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten berbatasan dengan Kabupaten Garut.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kata dia, kepadatan arus kendaraan bermotor di jalur tersebut seringkali terjadi saat arus balik atau dari arah Tasikmalaya menuju Garut.
"Tahun-tahun sebelumnya, itu biasanya kita akan menghadapi kepadatan arus lalu lintas di saat arus balik setelah pelaksanaan libur anak sekolah," katanya.
Ia menjelaskan jalur tersebut banyak dilintasi kendaraan yang hendak menuju destinasi wisata yang ada di wilayah Priangan Timur seperti Pantai Pangandaran, Gunung Galunggung, dan wisata lainnya.
Momentum Natal dan Tahun Baru ini, kata dia, bersamaan dengan libur sekolah sehingga diprediksi akan banyak masyarakat dari berbagai luar daerah seperti Bandung yang melakukan perjalanan mengunjungi tempat wisata.
"Memang banyak masyarakat yang berasal dari Bandung, dan sekitarnya itu memilih mengunjungi destinasi wisata yang ada di salah satunya Pangandaran, Pantai di Pangandaran, dan beberapa tempat wisata yang ada di wilayah kota," katanya.
Ia menambahkan, selain potensi kepadatan arus kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru, ancaman lainnya di wilayah Tasikmalaya yakni bencana alam sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati saat melewati jalur rawan bencana.
Kepolisian bersama instansi lainnya, kata dia, juga telah disiapkan untuk melakukan berbagai langkah antisipasi maupun penanggulangan apabila ada kejadian bencana alam agar tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan maupun aktivitas masyarakat.
"Potensi terjadinya bencana alam juga cukup tinggi, namun demikian kami dengan kemampuan kerja sama yang baik dan sinergi yang telah kami laksanakan antara TNI Polri, pemerintah kota dan seluruh 'stakeholder' mudah-mudahan kami bisa melaksanakan penanggulangan kejadian bencana," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026