Bandung (ANTARA) - PT Len Industri (Persero) menegaskan terus konsisten dalam mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi elektronika pertahanan antarmatra, guna memperkuat pertahanan nasional seiring meningkatnya kompleksitas tantangan pertahanan dan keamanan nasional.
Senior General Manager Corporate Secretary PT Len Industri, Dewanda Dwi Putera, mengatakan korporasi memposisikan teknologi sebagai enabler strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan, mobilitas, dan efektivitas operasi, baik pada level taktis maupun operasional, dengan pendekatan yang terukur, adaptif, dan berorientasi pada kemandirian nasional.
"Dalam konteks tersebut, Len secara aktif berfokus dalam inovasi dan pengembangan kapabilitas untuk mendukung interoperabilitas alutsista yang menghubungkan berbagai platform darat, laut, dan udara dalam satu sistem operasi terpadu," kata Dewanda dalam keterangan di Bandung, Jumat.
Dengan penguasaan teknologi C4ISR yang diinterpretasikan mereka sebagai sistem komando dan kendali, komunikasi militer terenkripsi, combat management system, serta tactical data link, lanjut dia, pihaknya memastikan alutsista dari berbagai solusi sistem dan lintas matra dapat saling berkomunikasi dan bertukar data secara real-time, aman, dan andal.
Selain itu, Len juga terus mengembangkan teknologi pendukung operasi militer, termasuk motor listrik taktis (SPRINT) untuk mobilitas senyap dan efisien di medan operasi; serta pengembangan pesawat nirawak (UAV) untuk misi pengintaian, pengawasan, dan pendukung keputusan taktis, yang seluruhnya dirancang terintegrasi dalam ekosistem pertahanan nasional guna memperkuat efektivitas operasi dan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
"Len mungkin tidak selalu tampak di permukaan sebuah produk, tetapi perannya sangat menentukan. Kami bekerja di balik layar sebagai ‘otak’ yang membuat sistem saling terhubung dan bekerja dengan baik," ujar Dewanda.
