Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan asesmen daerah terdampak bencana alam tanah bergerak yang membahayakan bangunan rumah warga di wilayah setempat.
"Rumah yang terdampak masih diinventarisasi oleh Dinas Perkim," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Rabu.
Ia menuturkan intensitas hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya bencana alam tanah bergerak di Kampung Pasantren, Desa/Kecamatan Caringin yang mengancam bahaya rumah penduduk setempat.
Sejumlah petugas dari BPBD maupun Polri, TNI dan unsur lainnya, kata Aah, sudah diterjunkan untuk membantu penanganan dan mencatat apa saja yang terdampak dari peristiwa itu.
Ia mengungkapkan hasil kajian sementara di lapangan bahwa rumah warga di daerah tersebut harus direlokasi ke daerah aman yang saat ini pihaknya sedang melakukan tahapan persiapan.
"Sudah dilakukan kajian sedang dalam proses relokasi karena harus direlokasi," katanya.
Kepala Polsek Caringin Ipda Indra Koncara menambahkan jajarannya sudah mengecek daerah yang terdampak bencana tanah bergerak untuk memastikan masyarakat tidak dalam kondisi ancaman bahaya.
Kejadian terakhir tanah bergerak itu, kata dia, pada Selasa (25/11) siang yang menyebabkan satu rumah panggung yang sudah lama ditinggalkan pemilik ambruk terbawa pergeseran tanah.
