Cianjur (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan kondisi anak perempuan Cira Safira (8) korban gigitan anjing liar di Kecamatan Campaka terus membaik setelah mendapat pertolongan medis sehingga diperbolehkan pulang.
Humas RSUD Sayang Cianjur Raya Sandi di Cianjur, Jumat, mengatakan korban sudah mendapatkan berbagai penanganan medis untuk banyak luka yang dialaminya akibat gigitan anjing liar saat hendak pulang sekolah.
Dia menjelaskan korban datang dalam kondisi sadar namun penuh luka robek bekas gigitan anjing liar, sehingga mendapat penanganan jahitan atau hacting di sejumlah anggota tubuhnya dan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR).
"Korban mendapat penanganan dan perawatan dalam satu hari, kondisinya terus membaik sehingga hari ini Jumat, korban sudah diperbolehkan pulang ke rumah, namun selama menjalani rawat jalan tetap mendapat pengawasan dari puskesmas setempat," katanya.
Sementara Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Pasirkuda Ahmad Saepudin, mengatakan serangan anjing liar tersebut baru pertama kali terjadi di Kampung Cilimus, Desa Mekarjaya, menyebabkan seorang siswi SD mengalami luka robek di sekujur tubuhnya.
Korban tiba-tiba di serang gerombolan anjing liar saat hendak pulang ke rumah, namun di tengah jalan langsung diserang delapan ekor anjing sehingga mengalami luka serius di sekujur tubuhnya, warga yang mendapati hal tersebut membantu dan membawa korban ke puskesmas.
"Anjing liar yang bergerombol di jalan desa langsung menyerang korban yang melintas hendak pulang ke rumah dari sekolah, korban sempat berusaha lari namun seekor anjing berhasil menggigit-nya hingga terjatuh, sehingga anjing lainnya ikut menggigit korban," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.