Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi bergerak melemah di tengah pelaku pasar mencermati pembicaraan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
IHSG dibuka melemah 33,27 poin atau 0,39 persen ke posisi 8.536,98.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,89 poin atau 0,33 persen ke posisi 860.46
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.440- 8.625," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mengadakan pembicaraan untuk membahas mengenai perdagangan, Taiwan, hingga invasi Rusia ke Ukraina.
Pembicaraan melalui telepon berlangsung baik, yang mana Trump akan mengunjungi China pada April 2026 mendatang, begitupun dengan Xi Jinping yang akan mengunjungi AS pada tahun depan.
Melalui telepon, Trump memuji hubungan antara AS dengan China yang sangat kuat, sehingga memberikan optimisme bagi pelaku pasar.
Apalagi Xi Jinping benar-benar sepakat untuk membeli kedelai dan produk pertanian lainnya serta melakukan pembatasan fentanil ilegal.
Di sisi lain, tensi Geopolitik antara Ukraina dan Rusia kembali bergulir, yang mana bola kembali berada di Ukraina.
Ukraina sudah melihat rencana sebanyak 28 poin yang sulit untuk dilakukan.
Apabila tidak dilakukan, maka Ukraina berpotensi kehilangan AS sebagai mitra utama mereka.
Beberapa sekutu besar Ukraina di Eropa telah mendukung Presiden Ukraina Zelensky untuk tidak menyetujui beberapa poin yang disampaikan, terutama menyerahkan daerah yang dikuasai oleh Rusia.
Adapun Jerman, Perancis, hingga Inggris sepakat melalui telepon bahwa Ukraina harus tetap mampu mempertahankan kedaulatannya.
Dari dalam negeri, pemerintah berencana membangun puluhan pabrik pakan ternak untuk memperkuat posisi 3,7 juta peternak kecil di Indonesia.
Pada tahap awal, pembangunan dilakukan di 12 lokasi dan dilanjutkan 18 titik tambahan dengan total anggaran sekitar Rp20 triliun.
Langkah ini bertujuan menstabilkan harga pakan, DOC, vaksin, dan obat-obatan melalui penerapan HPP dan HET, sekaligus mendukung program besar pengembangan ayam pedaging dan petelur untuk memenuhi kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).
Secara makro, Nico mengatakan program ini membawa dampak positif terhadap perekonomian.
Peningkatan produksi ayam dan telur dalam skala besar memperkuat ketahanan pangan, menjaga kestabilan inflasi pangan, dan mendukung inflasi inti tetap terkontrol.
