Bandung (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Indramayu menyelidiki motif pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga atau IRT berinisial S (52) yang ditemukan tewas di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Jumat.
Kepala Satreskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar di Indramayu, Jumat, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 09.45 WIB, mengenai penemuan korban dalam kondisi meninggal dunia akibat luka benda tajam.
Ia menjelaskan korban ditemukan tergeletak dan berlumuran darah, terutama pada bagian perut serta kepala, ketika petugas tiba di lokasi kejadian.
“Posisi korban tergeletak dan berlumuran darah di bagian perut dan kepala,” ujarnya.
Setelah laporan diterima, kata dia, petugas polisi segera melakukan penyelidikan awal dengan mengumpulkan keterangan dari tujuh saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Arwin, otopsi terhadap jenazah dijadwalkan dilakukan pada Jumat malam ini untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti.
Ia menuturkan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengamankan seorang remaja berinisial DM (18) yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
Ia menyebut penyidik saat ini masih memeriksa DM secara intensif, untuk mengungkap rangkaian peristiwa serta latar belakang tindakan tersebut.
“Untuk pasal dan motif, kami sedang mendalami. Sebelum 1x24 jam kami akan melaksanakan gelar perkara untuk menentukan status dari terduga pelaku ini,” ujarnya.
Arwin menegaskan bahwa pendalaman terus dilakukan, termasuk pengecekan terhadap kemungkinan motif personal maupun faktor lain yang memicu peristiwa tersebut.
Dari lokasi kejadian, kata dia, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sandal milik terduga pelaku dan sebilah pisau yang digunakan untuk menyerang korban.
Ia menuturkan bahwa hubungan antara korban dan DM adalah bertetangga, dengan jarak rumah saling berhadapan.
“Hubungan keduanya adalah tetangga, jadi jarak rumahnya hadap-hadapan,” ucap dia.
