Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi kini tengah menggencarkan optimalisasi pemanfaatan potensi lahan pertanian yang terbatas dengan menggelar Gerakan Tanam Cabai (GERTAM PARTI).
Wali Kota Cimahi Ngatiyana di Cimahi, Jumat, pihaknya telah menyadari tantangan terkait lahan pertanian yang semakin terbatas dan mendorong masyarakat berperan aktif dalam mengatasinya.
"Walaupun lahan di Cimahi terbatas, kami memanfaatkan setiap ruang yang ada secara maksimal untuk pertanian. Kami tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan cabai, tetapi juga mendorong masyarakat berperan aktif dalam pertanian,” ungkapnya.
Ia menambahkan pihaknya tengah gencar mencari solusi untuk mengoptimalkan lahan pertanian secara serius mengingat kepadatan penduduk Cimahi mencapai 581.994 jiwa di area seluas 40 km².
Ngatiyana menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan lokal dan mendorong inovasi pertanian meski lahan terbatas
Pada kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan lahan seluas 18 hektar ini akan digunakan untuk budidaya cabai sekaligus pengembangan sektor peternakan, seperti ayam dan telur, guna mendukung program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.
“Dengan memanfaatkan lahan ini, kami ikut mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan inisiatif makan gratis yang menjadi prioritas pemerintah pusat,” ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi Nurintan M.N.O. Sirait, perwakilan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0609/Cimahi, perwakilan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Cimahi, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi Tita Mariam, Camat Cimahi Utara Samsul Ma’arif, serta Lurah Cipageran Asep Hendrayana.
Gerakan Tanam Cabai diharapkan menjadi perintis gerakan pertanian lain di Cimahi dan menginspirasi masyarakat berpartisipasi aktif dalam budidaya pertanian demi ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi daerah.
