Menurut CME Fedwatch, terdapat peluang sebesar 61,9 persen akan ada pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember 2025, atau naik dari peluang sebelumnya sebesar 57.8 persen.
Dari kawasan Eropa, Inggris akan merilis data pertumbuhan GDP Preliminary kuartal III-2025 yang diperkirakan sebesar 0,2 persen quartal on quartal (qoq) dan 1,4 persen year on year (yoy), dari sebelumnya 0,3 persen (qoq) dan 1,4 persen (yoy) di kuartal II-2025.
Dari Euro Area, akan dirilis data industrial production bulan September 2025 yang diperkirakan naik 0,7 persen (mtm) setelah turun 1,2 persen (mtm) pada Agustus 2025.
Pada perdagangan Rabu (12/11) kemarin, bursa saham Eropa ditutup kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,20 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,12 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,22 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 1,04 persen.
Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup kompak menguat pada Rabu (12/11), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,68 persen ditutup di level 47.254,00, indeks S&P 500 menguat 0,05 persen ke level 6.850,62, indeks Nasdaq Composite melemah 0,06 persen ditutup di level 25.517,33.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 69,19 poin atau 0,14 persen ke 51.125,00, indeks Shanghai menguat 15,38 poin atau 0,38 persen ke 4.015,45, indeks Hang Seng melemah 73,23 poin atau 0,26 persen ke 26.822,50, dan indeks Strait Times melemah 2,13 poin atau 0,02 persen ke 4.567,48.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG menguat seiring efek moneter longgar dan paket stimulus
