Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan akan menghadirkan berbagai inovasi dalam menghadapi cuaca ekstrem mulai dari menghadirkan radar pemantau cuaca, hingga ambulaon spek off-road guna mengantisipasi bencana ekologis.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Pemprov Jabar berniat untuk memiliki radar cuaca sendiri dengan anggaran dari mereka, guna memperkuat sistem peringatan dini atas bencana yang kerap terjadi dan selama ini belum termitigasi secara sempurna.
"Mudah-mudahan lelangnya bisa dilakukan secepatnya, di 2026 Pemda Jabar itu memiliki radar. Selama ini kita tidak punya radar ternyata. Jadi nanti akan dibiayai oleh Pemprov Jabar dan tim teknisnya dari BMKG," kata Dedi selepas Apel Kesiapsiagaan Bencana di kawasan Gedung Sate Bandung, Rabu.
Langkah strategis selanjutnya, kata Dedi, pihaknya menyepakati untuk membentuk layanan call center terpadu di Gedung Sate yang mengintegrasikan TNI, Polri, Basarnas, dan BMKG, dengan disiagakan layar pemantau termasuk kendaraan operasional kebencanaannya.
"Kemudian juga kami akan menyiapkan seluruh komponen jaringan kesiapsiagaan di lima kantor Gubernur wilayah yakni di Bandung, Bogor, Garut, Purwakarta, dan di Cirebon sebagai pusat komando di wilayah," kata Dedi.
Langkah antisipatif selanjutnya, kata Dedi, pihaknya meminta Dinas Kesehatan untuk mengadakan unit ambulance yang selain memiliki peralatan medis mumpuni, juga memiliki spek off-road agar tangguh di segala medan.
Hal ini, kata Dedi, berkaca dari pengalaman bencana di Sukabumi, di mana terdapat permasalahan sulitnya transportasi menembus lokasi bencana akibat infrastruktur yang hancur.
