Ketua Umum INKUD Portasius Nggedi menyampaikan pembangunan kawasan industri ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang INKUD untuk membawa koperasi Indonesia memasuki babak baru dari penggerak ekonomi rakyat menuju pelaku industri global.
Kawasan ini akan menjadi pusat sinergi koperasi dengan dunia industri dan teknologi. Pihaknya bekerja sama dengan 50 mitra internasional agar koperasi Indonesia bisa bersaing di pasar global, sekaligus mendukung kemandirian nasional di bidang pangan, energi dan industri.
Dia mengungkapkan kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas produksi, pusat riset dan pengembangan serta pelatihan bagi anggota koperasi dan pelaku UMKM.
"Kami ingin koperasi tidak lagi dipandang sebatas sektor kecil, tetapi sebagai entitas bisnis modern yang produktif, efisien dan berbasis inovasi," katanya.
INKUD menargetkan kawasan industri ini dapat beroperasi secara bertahap pada akhir tahun 2026 dan diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta menarik investasi besar dari berbagai negara.
Portasius menambahkan kehadiran kawasan industri ini sebagai bentuk komitmen untuk menjadi koperasi modern, mandiri dan berdaya saing global, sejalan dengan visi besar kemandirian ekonomi nasional yang digagas dalam Asta Cita Presiden Prabowo.
"Tadi ada saran dari pak menteri buat produksi peralatan tambang dan tentu itu menjadi masukan untuk kami bisa realisasikan," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkop dukung Induk KUD bangun industri alat pertanian di Bekasi
