Bandung (ANTARA) - Transfusi darah berperan penting dalam menyelamatkan nyawa dan mendukung pemulihan pasien. Namun, masih banyak orang yang belum mendapatkan akses terhadap darah yang aman dan tersedia tepat waktu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan penyediaan darah yang aman harus menjadi bagian integral dari kebijakan dan infrastruktur layanan kesehatan nasional setiap negara.
Prinsip yang disampaikan WHO tersebut menjadi acuan bagi berbagai lembaga pelayanan darah di Indonesia, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI). Sebagai upaya mendukung ketersediaan darah yang aman dan mencukupi.
Berdasarkan data dari laman arimbi.bandung.go.id, saat ini ketersediaan darah di Kota Bandung tercatat sebagai berikut.
Stok golongan darah A tersedia 15 labu untuk komponen trombosit untuk kasus sakit kanker dan demam berdarah, 10 labu untuk komponen sel darah merah, contohnya anemia pada pasien ginjal kronik atau thalasemia, 699 Fresh Frozen Plasma (FFP), dan 46 Antihemophilic Factor (AHF).
Stok golongan darah B tersedia 16 labu untuk komponen trombosit untuk kasus sakit kanker dan demam berdarah, 352 labu untuk komponen sel darah merah, contohnya anemia pada pasien ginjal kronik atau thalasemia, 710 Fresh Frozen Plasma (FFP), dan 61 Antihemophilic Factor (AHF).
Stok golongan darah AB tersedia 6 labu untuk komponen trombosit untuk kasus sakit kanker dan demam berdarah, 1 labu untuk komponen sel darah merah, contohnya anemia pada pasien ginjal kronik atau thalasemia, 223 Fresh Frozen Plasma (FFP), dan 36 Antihemophilic Factor (AHF).
Stok golongan darah O tersedia 17 labu untuk komponen trombosit untuk kasus sakit kanker dan demam berdarah, 680 labu untuk komponen sel darah merah, contohnya anemia pada pasien ginjal kronik atau thalasemia, 981 Fresh Frozen Plasma (FFP), dan 22 Antihemophilic Factor (AHF).
Labu darah yang tidak tersedia pada daftar, seperti darah utuh, plasma, dan komponen darah dapat dipesan pada saat itu juga, karena beberapa komponen darah memang memiliki waktu kadaluarsa lebih cepat, sehingga hanya tersedia jika dipesan.
