Cianjur (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggencarkan sosialisasi donor darah kepada berbagai kalangan masyarakat setempat guna meningkatkan kesadaran donor darah karena berperan penting memenuhi stok darah yang sedang krisis, selama beberapa pekan terakhir.

Sekretaris PMI Cianjur Sukirman di Cianjur, Sabtu, mengatakan sosialisasi digencarkan mulai dari sekolah hingga kelompok masyarakat yang berpotensi menjadi pendonor darah rutin guna menyelamatkan nyawa sesama.

Pihaknya mencatat kebutuhan darah setiap bulan mencapai 2.000 labu, guna memenuhi permintaan enam rumah sakit dan sejumlah klinik di Cianjur, di mana selama ini pihaknya banyak terbantu dari kelompok pendonor yang sudah rutin menggelar setiap bulan.

"Rata-rata per hari kebutuhan darah di satu rumah sakit mencapai 100 kantong darah atau labu darah, namun sejak dua pekan terakhir stok yang tersedia hanya 20 labu setiap harinya, sehingga UTD PMI sempat mengalami krisis," katanya.

Sosialisasi melalui media sosial dan langsung ke kelompok pendonor dilakukan hampir setiap hari karena setiap hari wajib ada sekitar 30 labu darah untuk pasien thalasemia yang harus mendapatkan donor guna kelangsungan hidupnya.

Kegiatan itu, termasuk meminta Unit Transfusi Darah PMI melakukan berbagai langkah guna menarik banyak pendonor datang ke dalam ruangan, salah satunya memberikan sembako dan sejumlah produk pada kegiatan tertentu, seperti Hari Donor Darah Sedunia.

Pada Hari Donor Darah Sedunia, masyarakat yang sudah donor mendapat kupon yang akan diundi pada 14 Juni dengan berbagai macam hadiah mulai dari jam dinding, mesin cuci. hingga sepeda listrik.

"Kami melihat setelah sosialisasi digencarkan dibumbui dengan hadiah yang didapat, angka pendonor ke dalam ruangan mengalami peningkatan, harapan kami tidak hanya karena hadiah tapi karena niat beramal menjadi pahala dan dapat hadiah," katanya.

Kepala UTD PMI Cianjur Susilawati mengatakan sosialisasi akan terus digencarkan menyasar berbagai kalangan, termasuk di lingkungan Pemkab Cianjur hingga perusahaan swasta dengan jumlah karyawan mencapai puluhan ribu orang.

Selama ini, sejumlah perusahaan mulai rutin melakukan donor darah termasuk pihak kecamatan hingga desa, serta institusi yang ada, seperti Polres Cianjur, Kodim Cianjur, PN Cianjur, Kejari Cianjur, dengan harapan dapat menjadi contoh bagi kalangan lainnya.

"Kami akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan stok darah tersedia setiap harinya, namun tingkat kesadaran yang masih rendah membuat angka donor darah masal di Cianjur masih terbatas," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026