Antarajabar.com - DPRD Cianjur, Jawa Barat, tetap optimistis pembangunan Jalur Puncak II dengan cara betonisasi tetap akan berjalan meskipun pemerintah pusat menghentikan rencana tersebut.
       
 Wakil Ketua DPRD Cianjur, Andri Suryadinata, di Cianjur, Selasa, mengatakan Cianjur sebagai penerima manfaat dari Jalur Puncak II sudah mempersiapkan diri termasuk warga di sekitar jalan yang terlewati.
        
"Respon positif dari berbagai kalangan di pusat pun mendukung pembangunan Puncak II, beberapa waktu lalu dirjen dan DPR RI sempat melihat langsung ke lokasi," katanya.
        
Meskipun pemerintah pusat saat ini menghentikan rencana pembangunan jalur Puncak II, kata dia, pihaknya tetap optimistis dengan rencana betonisasi kawasan yang masuk ke wilayah Cianjur karena daerah di sekitar akan menerima manfaat.
        
Pihaknya tambah dia, sedang mendampingi Bappeda untuk mengajukan bantuan hibah dari anggaran Pemerintah DKI Jakarta untuk wilayah penyangga ibu kota, untuk melanjutkan pembangunan.
        
"Kami sudah melakukan kunjungan ke DKI pada intinya DKI siap memberikan anggaran untuk Cianjur meskipun wilayahnya tidak menyangga secara langsung. DKI saat ini mempunyai sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) sebesar Rp5 triliun," katanya.
        
Anggaran tersebut akan diberikan ke beberapa daerah penyangga dan Cianjur termasuk salah satunya. "Nanti Bappeda akan menghitung berapa kebutuhan untuk wilayah Utara Cianjur yang peruntukkannya untuk penanganan banjir dan kemacetan," katanya.
        
Saat ini, ungkap dia, Pemerintah DKI menunggu ajuan dari Cianjur mengenai besaran anggaran kebutuhan, biasanya anggaran tersebut digunakan untuk normalisasi pengerukan sungai.
        
Ketua Komisi III DPRD Cianjur, Atep Hermawan, mengatakan hingga saat ini masih banyak warga yang menggunakan jalur
Puncak II terutama saat akhir pekan sebagai jalur alternatif ketika jalur utama Puncak-Bogor, mengalami kemacetan.
        
Namun rencana pembangunan jalur Puncak II belum dapat dilakukan karena informasi pemerintah pusat akan membatalkan pembangunan dan fokus pada pelebaran jalur Puncak.
        
"Informasinya langsung instruksi dari presiden, sehingga pembangunan Puncak II belum dapat dilakukan. Pemerintah pusat memfokuskan pelabaran jalur Puncak, namun masih menimbulkan masalah karena pedagang akan ditertibkan dan minta direlokasi," katanya.
        
Meskipun pusat membatalkan pembangunan, tambah dia, Pemkab Cianjur tetap akan  memperbaiki sejumlah bagian di jalur tersebut, salah satunya Jalan Hanjawar-Arca dan jembatan yang rusak. "Wilayah yang masuk ke Cianjur sepanjang 12 kilometer tetap akan diperbaiki termasuk jembatan," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
: Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026