Kota Bandung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Bandung menghadirkan layanan psikolog klinis di 12 puskesmas guna memberikan langkah preventif agar masyarakat dapat memperoleh bantuan psikologis sejak dini.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTKJ) Dinkes Kota Bandung Girindra Warhana mengatakan layanan psikolog klinis di puskesmas bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup serta kebahagiaan masyarakat kota.
“Kami ingin masyarakat memanfaatkan layanan ini sejak dini, bukan menunggu sampai mengalami masalah kesehatan mental yang berat,” kata dia di Bandung, Rabu.
Ia menjelaskan keberadaan 12 puskesmas tersebut telah dipetakan untuk mewakili wilayah-wilayah tertentu sehingga dapat menjadi pusat rujukan masyarakat di sekitarnya.
Sebanyak 12 puskesmas yang telah menyediakan layanan psikolog klinis, yakni Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Ibrahim Adjie, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam, dan Cipadung.
Dia mengatakan masyarakat Kota Bandung dapat mengakses layanan di puskesmas tersebut meskipun berdomisili di wilayah lain yang belum memiliki psikolog klinis.
Ke depan, Dinas Kesehatan akan terus melakukan evaluasi dan berupaya menambah jumlah puskesmas yang menyediakan layanan serupa.
“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, DPRD maupun masyarakat. Jika hasil evaluasi menunjukkan manfaat yang baik dan kebutuhan masyarakat terus meningkat, tentu kami ingin memperluas layanan ini di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Ia menambahkan keberadaan psikolog klinis di puskesmas juga memiliki dasar hukum, yakni Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas.
“Regulasi tersebut mengatur kehadiran tenaga psikolog klinis sebagai bagian dari pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” kata dia.
Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Bandung Endang Pregiwatiningsih menyatakan kesehatan mental memiliki peran sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
“Mencari bantuan psikolog bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menghilangkan stigma terhadap layanan kesehatan jiwa dan mulai terbuka terhadap pentingnya konseling maupun dukungan psikologis.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.