Di sisi lain, Duta Besar China untuk AS Xie Feng telah menyampaikan bahwa perang tarif atau perang dagang pada akhirnya takkan menguntungkan siapapun, seperti dicatat Xinhua.
Karena itu, pemerintah China mengajak AS bekerja untuk menyelesaikan masalah satu sama lain melalui dialog yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan konsultasi setara, dan menghindari kembali ke jalur lama yang meningkatkan ketegangan dalam ekonomi dan perdagangan.
Sementara itu, menurut dia, jika meninjau kondisi domestik, sentimen terhadap rupiah berpotensi berasal dari rilis Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur triwulan III-2025 dan data survei Bank Indonesia (BI) terkait kegiatan dunia usaha.
“PMI Manufaktur triwulan III-2025 diperkirakan lebih rendah dibanding periode sebelumnya, namun masih ekspansif,” kata Rully.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat seiring meredanya kekhawatiran perang dagang AS-China
Pewarta: M Baqir Idrus AlatasEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026