Garut (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyiapkan bursa kerja untuk penyerapan tenaga kerja dengan sistem daring yang dinilai lebih efektif.
"Untuk tahun sekarang mungkin 'job fair'-nya itu akan diarahkan ke 'job fair' sistem online menggunakan aplikasi," kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut Muksin kepada wartawan di Garut, Rabu.
Ia menuturkan selama ini Disnakertrans Garut terus berupaya membuka peluang kerja formal maupun informal bagi masyarakat Garut sebagai langkah mengurangi angka pengangguran.
Upaya memberikan pelayanan publik untuk pencari kerja agar lebih mudah itu, kata dia, maka pihaknya memberlakukan sistem bursa kerja secara daring melalui aplikasi yang disediakan yakni Siap Kerja dan juga Garut Hebat.
"Yang mana di dalam dua aplikasi tersebut sudah tercantum berbagai macam lowongan pekerjaan dan para pelamar tinggal mengaksesnya menggunakan 'smartphone'," kata Muksin.
Menurut dia sistem daring itu lebih memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mencari kerja tanpa harus datang dan berdesakan atau berkerumun dengan yang lainnya.
Selama ini, kata dia, masih banyak masyarakat yang mengajukan permohonan membuat kartu AK1 di Disnakertrans Garut yang menunjukkan mereka melaporkan sedang mencari pekerjaan, selanjutnya akan disampaikan untuk mengakses aplikasi lowongan kerja.
"Kita coba arahkan, kita meramu agar lebih efektif, dan efisien, dan kita pun kalau dengan 'job fair' yang konvensional kadang-kadang kita tidak bisa men-'tracking' berapa yang diterima," katanya.
Ia menambahkan, Disnakertrans Kabupaten Garut tahun 2025 menargetkan sebanyak 20 ribu warga Garut bisa terserap kerja di sektor formal dan informal untuk mengurangi angka pengangguran di Garut.
Lapangan kerjaan untuk tenaga kerja di berbagai sektor formal, kata dia, seperti industri atau pabrik, maupun informal pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), peternakan, pertanian, pariwisata dan sebagainya.
Ia menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat angka pengangguran sebanyak 100 ribuan orang, angka tersebut termasuk dari angka lulusan SMA/SMK sederajat yang setiap tahun kurang lebih ada 60 ribu orang yang memerlukan lapangan kerja baru.
Ia berharap upaya pemerintah daerah yang terus menggenjot investasi sektor padat karya dan menumbuhkan UMKM di Garut bisa membuka lebih banyak peluang kerja baru, sehingga angka pengangguran bisa terus turun, seperti halnya tahun 2023 sebesar 7,33 persen turun menjadi 6,96 persen tahun 2024.
