Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengungkapkan bahwa penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi komentar Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dan Gubernur Michelle Bowman.
“Powell menekankan bahwa sinyal pelemahan pasar tenaga kerja AS mendorong the Fed untuk menyeimbangkan kembali prospek risikonya, dan mengafirmasi alasan penurunan suku bunga,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Powell juga mencatat dampak inflasi dari kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) sejauh ini berada di bawah ekspektasi, sehingga memberikan ruang kebijakan The Fed yang lebih longgar.
Adapun Bowman, memperingatkan para pembuat kebijakan berisiko tertinggal dari kurva. Dia menekankan urgensi penurunan suku bunga lebih awal untuk mendukung pasar tenaga kerja yang melemah.
Melihat sentimen dari dalam negeri, pasar disebut tengah menunggu sinyal prospek kebijakan The Fed.
