Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada SMKN 1 Cileungsi pasca-musibah atap roboh yang terjadi pada Selasa (9/9).
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi dan berjanji akan memberikan bantuan yang diperlukan, baik bagi pihak sekolah maupun murid yang mengalami kondisi luka akibat dari musibah tersebut.
“Ya ini kan namanya musibah ya, bukan sesuatu yang kita kehendaki. Jadi kami juga menyampaikan bela sungkawa kepada anak-anak yang sempat tertimpa bangunan dan sekarang sudah dirawat,” kata Mendikdasmen Mu'ti di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis.
Pihaknya sudah membangun tiga tenda sebagai ruang kelas darurat yang akan mulai difungsikan mulai Senin (15/9), dengan metode pembelajaran hibrid, yakni luring dan daring secara bergantian.
Selain itu pihaknya juga memberikan uang santunan serta pendampingan dukungan psikososial kepada 30 murid dan dua guru yang menjadi korban luka-luka akibat bencana tersebut.
Adapun untuk proses perbaikan bangunan sekolah yang roboh dan rusak, pihaknya melalui Direktorat SMK telah mengalokasikan anggaran perbaikan sebesar Rp2 miliar guna memperbaiki tiga bangunan.
