Kota Bandung (ANTARA) - Sebanyak 170 atlet panjat dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC) yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat pada 14 hingga 17 Agustus.
Senior Advisor EIGER sekaligus inisiator EISCC Mamay S. Salim menuturkan kompetisi ini telah melahirkan banyak atlet panjat nasional berprestasi.
“Sejak 2001 kami menginisiasi sekolah panjat EIGER Climbing Center sekaligus EISCC. Dari sini lahir atlet seperti Yuyun Yuniar, Wilda Baco Ahmad, dan Ronald Mamarimbing yang kini berkiprah di ajang internasional,” kata Mamay dalam keterangan yang diterima di Bandung, Minggu.
Ia menyebut sejak awal EIGER ikut mendorong perkembangan olahraga panjat tebing modern di tanah air, mulai dari pendakian di Tebing Citatah hingga pembangunan dinding panjat berbahan blok resin pertama di Indonesia pada 2001.
“Sejak hari itu, EISCC menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan atlet dari seluruh Indonesia. Setiap tahun, kompetisi ini menjadi tolok ukur perkembangan prestasi atlet muda hingga senior,” kata Mamay.
Ia menambahkan, EISCC tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk mental juang dan mempersiapkan atlet untuk bersaing di panggung dunia.
Lebih lanjut, ajang ke-16 EISCC ini sekaligus juga menjadi momentum peluncuran koleksi terbaru EIGER bertajuk VERT, rangkaian perlengkapan panjat berperforma tinggi dan produk gaya hidup.
Brand Strategic EIGER Satria Nurzaman mengatakan koleksi VERT merupakan bentuk komitmen EIGER dalam mengembangkan olahraga panjat tebing.
“Sejak puluhan tahun lalu sampai hari ini ada komitmen EIGER untuk mempopulerkan olahraga panjat di Indonesia. Koleksi ini bukan hanya produk teknis, tetapi juga untuk memopulerkan climbing lifestyle termasuk bagi perempuan dan anak-anak,” katanya.
Selama empat hari penyelenggaraan, atlet akan memperebutkan hadiah total senilai Rp110 juta dan voucher produk EIGER Rp24 juta.
Tahun ini EISCC juga membuka kategori umum seperti Speed Rookie, EIGER Kids Fun Climb, Lead Panjat Pinang, serta Rockmaster bagi legenda panjat yang ingin bernostalgia.
