Bogor (ANTARA) - Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pelatihan pemberdayaan pelaku usaha masyarakat dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis yang merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi dan mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui penyediaan makanan bergizi yang terjangkau dan berkualitas.
Perwakilan Badan Gizi Nasional, Rima Nurisa Brahmani menyampaikan Makan Bergizi Gratis merupakan program Presiden Prabowo untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045 dengan menciptakan generasi penerus bangsa yang hebat, pintar, jujur dan berani di kancah dunia. “Agar mencapai cita cita tersebut maka negara sangat berperan penting, yaitu salah satunya adalah sangat memperhatikan generasi awal dengan program Makan Bergizi Gratis, khususnya untuk anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui,” terang Rima Nurisa Brahmani di Bogor, Selasa (15/7).
Lebih lanjut, Rima Nurisa Brahmani menyampaikan makanan bergizi ialah makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup dan seimbang untuk menjaga kesehatan dan fungsi tubuh yang optimal. Makanan bergizi mencakup berbagai jenis makanan yang kaya akan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.
“Makananan bergizi harus sangat diperhatikan baik dari sisi persiapan hingga menjadi Makanan yang siap di santap, dengan memperhatikan unsur-unsur nilai Gizi / Vitamin dari menu yang di siapkan dan sesuai dengan yang dituju,” tambahnya.
Untuk masyarakat khususnya para pelaku kelompok Tani di wilayah Bogor dan sekitarnya diharapkan berkontribusi besar dalam program MBG tujuannya mewujudkan generasi emas Indonesia ditahun 2045.
"Adapun ketentuan dari Badan Gizi Nasional dalam mendirikan dapur sehat atau disebut dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yaitu dapur atau SPPG harus berjarak tidak lebih dari 15 - 20 menit ke sekolah yang akan didistribusikan.agar makanan tersebut terjamin nilai mutu dan nilai gizi serta jauh dari basi atau busuk,” jelas Rima.
Bagi masyaarkat yang ingin menjadi Mitra BGN dapat mengakses informasi kemitraan nya bisa di lihat melalui mitrabgn.go.id. ikuti langkah-langkah yang tertera pada web Badan Gizi Nasional.
Baca juga: Wujudkan Indonesia Emas, DPR RI dan BGN terus sosialisasi program MBG
Akademisi IPB University, Hangesti Emi Widyasari juga menegaskan bahwa gizi yang baik adalah fondasi dasar untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. Permasalahan gizi, baik stunting, gizi buruk, obesitas, keterbatasan akses, keterbatasan anggaran, masih menjadi tantangan besar bagi bangsa kita, termasuk juga di Bogor, Jawa Barat.
“MBG yang disajikan sudah memenuhi dengan standar gizi yang ditetapkan termasuk komposisi makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah sudah sesuai dengan sajian sekali makan berdasarkan pedoman gizi seimbang,” Hangesti.
Berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG), anak berusia 7-9 tahun memerlukan setidaknya sekitar 1.650 kilo kalori per hari, sekitar 1.900-2.000 kilo kalori per hari untuk anak berusia 10-12 tahun, dan sekitar 2.100-2.650 kilo kalori per hari untuk remaja berusia 13-18 tahun.
“Perbedaan usia anak dan remaja tentu akan membedakan kebutuhan gizinya, sehingga mempengaruhi porsi makan yang diberikan,” lanjut Hangesti.
Senada, Nutritionist Dea Tiany Violeta menambahkan jika program makan bergizi gratis ini adalah “Makan Bergizi Seimbang” dengan tema “Isi Piringku” untuk Indonesia Sehat.
“Konsep ‘Isi Piringku’ sebagai pengganti 4 Sehat 5 Sempurna. Karena Gizi seimbang sangat penting untuk kesehatan dan produktivitas masyarakat (Ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak,” ucap Dea Tiany.
Pola makan bergizi dan sehat itu penting bagi anak dan remaja, yaitu untuk dapat membantu pertumbuhan optimal dan dapat mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif, agar dapat membantu mereka berkembang menjadi individu yang sehat dan cerdas.
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis komitmen bersama untuk generasi sehat dan unggul
