Garut (ANTARA) - Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jawa Barat mengingatkan petani di Kabupaten Garut untuk mewaspadai serangan hama saat musim kemarau basah yang sering kali lebih cepat berkembang biak dan bisa merusak tanaman pangan menjelang panen.
"Yang harus diwaspadai adalah perkembangan serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) baik hama maupun penyakit," kata Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) BPTPH Provinsi Jawa Barat Ahmad Firdaus di Garut, Jumat.
Ia menuturkan saat ini sudah memasuki musim kemarau basah yang sesekali terjadi panas, kemudian juga ada turun hujan di sejumlah daerah wilayah Garut.
Kondisi cuaca yang disebut kemarau basah itu, kata dia, perlu diwaspadai terhadap tanaman pangan yang seringkali terjadi serangan berbagai jenis hama wereng batang coklat, penggerek batang padi, blas, BLB dan tikus.
Ia mengatakan upaya mengatasi serangan hama tersebut dilakukan dengan berbagai banyak cara seperti menanam varietas yang tahan hama atau penyakit, menjaga kebersihan atau sanitasi lingkungan, pengaturan sistem pengairan pada tanaman, kemudian pemanfaatan dan pelestarian musuh alami yang bisa membantu keseimbangan agroekosistem.
"Antisipasi yang lain adalah ketersediaan pestisida baik secara swadaya maupun bantuan, mengenai bantuan pestisida atau Brigade Pestisida. Untuk sementara karena semua lembaga memang ada efisiensi anggaran, sehingga untuk ketersediaannya sangat terbatas," katanya.
Ia menyampaikan ancaman lainnya pada musim kemarau basah yaitu adanya bencana tanah longsor maupun banjir bandang yang menerjang kawasan tanaman pangan.
Tim BPTPH maupun Dinas Pertanian Garut dan instansi lainnya, kata dia, berupaya melakukan berbagai antisipasi agar tidak menimbulkan kerugian yang besar pada tanaman pangan seperti penurunan produktivitas.
"Karena ketika ada gangguan atau serangan OPT maupun kejadian dampak perubahan iklim atau bencana alam akan ada kehilangan hasil yang bisa menyebabkan penurunan produksi," katanya.
Ia berharap pengendalian serangan hama padi itu bagian dari upaya bisa tetap panen dengan hasil produksi yang memuaskan agar tercipta Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI yang salah satunya memantapkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
Sampai saat ini, kata dia, serangan hama masih bisa dikendalikan, upaya itu dilakukan bersama-sama antara pemerintah dengan petani yang terus berkelanjutan.
"Sampai saat ini serangan OPT di Kabupaten Garut alhamdulillah tidak ada yang sampai gagal panen atau puso," katanya.
