Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi yang menghasilkan sekitar 12,7 gram CO2 per penumpang-kilometer.
Dengan demikian, Whoosh telah berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 54 persen, sekaligus menekan potensi biaya kecelakaan lalu lintas hingga Rp2,91 miliar per tahun.
"Capaian 10 juta penumpang ini bukan sekadar angka, tetapi simbol nyata kemajuan bangsa dalam menghadirkan moda transportasi modern, ramah lingkungan, dan berstandar tinggi. Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu mewujudkan transformasi besar di sektor transportasi untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat," imbuh Eva.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tembus rekor baru, penumpang Whoosh capai 10 juta
