Selain itu, pihak Pos PGA juga meminta agar masyarakat selalu mengantisipasi dampak buruk dari abu vulkanik, terutama bagi kesehatan pernapasan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut yang dapat digunakan sewaktu-waktu, guna melindungi diri dari bahaya abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan," ujarnya.
Erupsi Gunung Dukono merupakan bagian dari siklus alami gunung api yang aktif. Namun, dengan terjadinya dua kali letusan dalam sehari, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi maupun BPBD setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik, namun pemantauan intensif terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan tercatat telah mengalami letusan hampir tanpa jeda sejak awal abad ke-20.
Apalagi, dengan potensi letusan yang sewaktu-waktu dapat meningkat, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mitigasi bencana di kawasan sekitar gunung.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Dukono dua kali erupsi dalam sehari
