Cirebon (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Cirebon, Jawa Barat, mengoptimalkan penggunaan rumah garam untuk menjaga produksi tetap stabil selama musim kemarau basah, sehingga tidak terjadi penurunan pada kualitas dan kuantitas garam rakyat.
Kabid Perikanan Tangkap, Pengolahan dan Pengawasan DKPP Cirebon Ahmad Baihaqi di Cirebon, Rabu, mengatakan rumah garam dibuat menggunakan atap plastik ultraviolet (UV) yang mampu melindungi proses produksi garam dari gangguan hujan maupun kelembapan udara.
Menurutnya, dengan penggunaan rumah garam, proses penguapan saat produksi garam bisa terus berlangsung walau cuaca tidak mendukung.
“Kualitas garam juga tetap terjaga dengan kadar NaCl tinggi dan warna yang putih bersih,” katanya.
Baihaqi mengatakan saat ini sudah ada beberapa petani garam, yang memanfaatkan alat tersebut.
Ia menuturkan program ini merupakan salah satu strategi dari DKPP Cirebon, untuk meminimalisir risiko penurunan produksi garam pada 2025.
Pihaknya mencatat produksi garam Kabupaten Cirebon pada 2023 sebesar 116.490 ton, namun turun drastis menjadi 91.459 ton pada 2024.
“Penurunan ini terjadi karena terganggunya proses kristalisasi saat musim panen garam,” katanya.
Selain rumah garam, kata dia, DKPP juga mendorong pemasangan geomembran di dasar tambak untuk mempercepat penguapan dan mencegah pencemaran tanah pada proses kristalisasi garam.
Ia mengemukakan dengan geomembran, air laut lebih cepat menguap dan kristal garam lebih cepat terbentuk.
“Cara Ini membantu menjaga kesinambungan produksi meski cuaca tak menentu,” tuturnya.
Pihaknya pun menggandeng BMKG, untuk memastikan para petani garam memperoleh informasi cuaca yang akurat sebagai dasar penentuan waktu produksi dan panen.
Baihaqi mengatakan kolaborasi itu dilakukan melalui penyusunan kalender produksi garam, berbasis data iklim.
Dia menekankan langkah ini sangat krusial, karena pergeseran pola musim telah membuat petani garam harus lebih adaptif dalam menentukan siklus produksi.
“Dengan begitu, petani garam bisa lebih siap menghadapi potensi curah hujan,” ujarnya.
