Tibalah hari festival yang dinanti, tapi tanpa kejutan mendetil dalam film. Diceritakan bahwa Naya bersiap tampil di panggung Larung Pes. Sementara itu, bukti-bukti kepolisian mulai terkuak berdasarkan jejak obat di air mineral yang diminum Naya sebelum terjadi pembunuhan.
Polisi pun secara tiba-tiba bisa menemukan pelaku sebenarnya, hanya dari bukti minim yang disampaikan kepala polisi bernama Kompol Rissa (sebenarnya ia berpangkat AKP, karena pangkat kepolisian yang terpasang di bahu seragamnya menunjukkan tiga batang emas). Kompol Rissa diperankan aktris Putri Patricia.
Setelah itu, Naya memilih untuk menunda kepulangan meski sudah diminta pulang oleh Rissa agar memenuhi serangkaian pemeriksaan di kantor polisi. Alasannya, tentu demi bisa tampil di panggung Larung Pes.
Panggung dangdut tersebut, meskipun diadakan di Desa Sindanglaya, namun tata pencahayaan dan tata audionya tetap megah sekelas konser-konser di ibu kota. Dentuman kendang yang lantang memacu adrenalin penonton untuk ikut bergoyang mengikuti irama musik. Efek asap dan lampu-lampunya bukan sembarang.
Di sini, Naya akan membawakan lagu "Caramu". Sebuah lagu pop yang dibuat bertransformasi menjadi dangdut yang menggugah perasaan, seolah menyimbolkan jalan karir Naya yang tak terduga. Di panggung itu, ditampilkan pula lagu dangdut lainnya, seperti lagu "Jablai" yang pertama kali dipopulerkan oleh Titi Kamal dari "Mendadak Dangdut" (2006).
Meskipun di akhir "Mendadak Dangdut" (2025) nyaris tanpa kejutan, suguhan alur cerita di film ini agak sulit untuk dilewatkan penggemar "Mendadak Dangdut" lawas. Karena sutradara menawarkan cerita berbeda yang mengharu lewat dinamika hubungan ayah dan anak, namun dipoles dengan komedi renyah khas masing-masing pemerannya. Film "Mendadak Dangdut" bisa disaksikan di bioskop se-Indonesia mulai 30 April 2025.
Baca juga: Sinopsis Film "Mendadak Dangdut" Lucu dan Haru
