Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen menyebut Paus Fransiskus sebagai "suara moral dunia" yang konsisten menyerukan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian lintas batas agama.
"Beliau bukan hanya pemimpin spiritual bagi umat Katolik, tetapi juga suara moral dunia yang konsisten mengangkat isu-isu kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian," kata Nabil dalam keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Senin.
Menurut Nabil, keteladanan Paus Fransiskus tidak hanya berdampak pada umat Katolik, tetapi juga menyentuh banyak kalangan lintas iman.
"Dalam setiap langkah dan ucapannya, saya melihat ketulusan yang melampaui batas-batas iman, sebuah teladan yang menyentuh banyak hati, termasuk hati saya pribadi," ujarnya.
Nabil mengaku mengikuti pidato dan tindakan pemimpin umat Katolik sedunia itu dari jauh dan merasakan ketulusan yang terpancar dari setiap ucap dan langkahnya.
"Dalam dunia yang terbelah oleh konflik dan ego sektarian, suara beliau adalah suara kasih yang menyejukkan. Seorang pemimpin yang lembut namun tegas, bersahaja namun penuh wibawa," kata dia.
Dia menyebut wafatnya Paus sebagai kehilangan besar bagi dunia, bukan hanya bagi Vatikan.
"Ini duka bagi siapa pun yang mencintai damai dan menjunjung tinggi martabat manusia," ujarnya.
Dari Indonesia, lanjut Nabil, keluarga besar Pagar Nusa mengirimkan doa dan salam takzim untuk Paus Fransiskus, serta simpati tulus kepada seluruh umat Katolik di seluruh dunia.
"Semoga nilai-nilai yang beliau wariskan terus mengalir sebagai cahaya, membimbing umat manusia menuju jalan saling menghormati dan mengasihi," tutur Nabil.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketum Pagar Nusa: Paus Fransiskus adalah suara moral dunia
