Kabupaten Bandung telah menerima alokasi pembentukan 361 dapur umum untuk mendukung program MBG. Dengan koperasi sebagai pelaksana utama, perputaran dana di daerah tersebut diperkirakan mencapai Rp4,58 triliun per tahun atau sekitar 70 persen dari total APBD Kabupaten Bandung.
Kawaludin berharap, potensi ekonomi ini dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui koperasi, sehingga kesejahteraan dapat lebih merata.
Sementara itu, Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Gunalan mengatakan, koperasi memiliki peran penting dalam menyukseskan program MBG, yang dinilai berdampak besar terhadap penurunan angka stunting di Indonesia.
“Koperasi adalah mitra strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang merata dan berkelanjutan sehingga dapat menjadi pemasok utama bahan-bahan berkualitas untuk program MBG,” kata dia.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026