Antarajabar.com - Pemerintah Kota Cimahi mencanangkan gerakan gotong royong Citarum Bestari (Bersih Sehat dan Lestari) tindak lanjut program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
        
"Nanti sampah yang ada di pinggir kali harus dibersihkan," kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Cimahi, Ade Ruhiat di Cimahi, Selasa.
        
Ia menuturkan program Citarum Bestari di tingkat Kota Cimahi itu akan dilaksanakan 25 kegiatan pembersihan sungai setiap sepekannya dengan melibatkan berbagai pihak.
        
Pihak yang akan terlibat dalam program Citarum Bestari, kata dia, seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), masyarakat, TNI/Polri, mahasiswa termasuk pegiat lingkungan.
        
"Kegiatan Citarum Bestari ini harus bersama-sama, ini sesuai keinginan Gubernur agar Pemda setempat melibatkan SOPD, besar atau kecil kegiatannya, program Citarum Bestari harus disampaikan ke masyarakat," katanya.
        
Ia menyampaikan tahapan awal kegiatan tersebut yaitu fokus terhadap tujuh target pembersihan yakni wilayah Pasirkaliki, Cibeureum, Melong, Leuwigajah, Cipageran, Kelurahan Utama, dan Padasuka.
        
Ketujuh titik itu, lanjut dia, akan mendapatkan perhatian khusus, ketika ditemukan tumpukan sampah maka akan segera dibersihkan.
        
"Kita pantau ketujuh titik itu, bilamana ada gundukan sampah kita langsung bersihkan," katanya.
        
Ia berharap program tersebut mendapatkan dukungan dan kesadaran masyarakat dengan tidak membuang sampah ke sungai.
        
"Hingga saat ini masih ada persoalan lain, salah satunya masyarakat kurang paham akan kebersihan lingkungan," katanya.
        
Ia mengingatkan program Citarum Bestari akan memberikan dampak baik terhadap kehidupan manusia dan ekosistem lainnya.
        
"Program ini bukan kebutuhan sesaat, tapi jangka panjang, maka harus didukung oleh semua pihak," katanya.

Pewarta: Feri P
: Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026