Dukungan itu, menurut Idrus, disampaikan oleh pimpinan Golkar di 34 provinsi melalui surat, tetapi surat yang dia maksud itu tidak dapat dia perlihatkan ke publik.
“(Surat) itu sudah pasti ada. Kenapa? Karena, ketua-ketua ini adalah adik-adik saya, bicara juga dengan saya,” kata Idrus Marham saat jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Idrus lanjut menjawab alasan mereka mendukung Bahlil, di antaranya rekam jejak dan kiprahnya, kekaderannya jelas, prestasi dan komunikasi, dan dia juga diyakini sosok perekat yang mampu menyatukan berbagai perbedaan.
Baca juga: Agus Gumiwang diputuskan jadi Plt Ketua Umum Golkar
Terkait status keanggotaan Bahlil dan syarat untuk dia maju mencalonkan diri sebagai ketua umum, Idrus memastikan Bahlil masih aktif sebagai kader Partai Golkar dan memenuhi syarat.
“Coba sekarang hubungi Bahlil, pasti di kantongnya ada KTA (kartu tanda anggota) Golkar. Saya jamin itu,” kata Idrus.
Baca juga: Sosok S calon pendamping Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta diumumkan setelah hari kemerdekaan
Dia juga menegaskan Bahlil pernah menjadi pengurus DPD 1 Partai Golkar Papua sebagai bendahara. “Itu Bahlil, saat saya jadi sekjen (sekretaris jenderal) dan ketua umumnya Aburizal Bakrie, pernah kami SK-kan sebagai bendahara DPD 1 Partai Golkar Provinsi Papua,” kata dia.
Pewarta: Genta Tenri MawangiEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.