Cianjur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menukar sampah plastik dari warga dengan paket sembako dan tempat air minum, sebagai upaya membiasakan warga memilah sampah mulai dari lingkungan tempat tinggal sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara.
Kepala DLH Kabupaten Cianjur Komarudin di Cianjur, Minggu, mengatakan program yang terus digencarkan agar warga terbiasa memilah sampah sebelum dibuang sehingga volume sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon dapat berkurang.
"Kami tengah menggalakkan program pilah sampah mulai dari lingkungan tempat tinggal warga, sehingga kesadaran tersebut dapat menekan volume sampah yang dibuang ke TPS dan TPAS terus berkurang," katanya.
Dia menjelaskan setiap harinya petugas mengangkut sekitar 450 ton sampah dari lingkungan masyarakat yang dibuang ke TPAS Mekarsari, jumlahnya akan meningkat pada hari besar, sehingga perlu dibentuk kesadaran yang lebih tinggi agar memilah sebelum membuang.
Untuk 50 botol plastik yang ditukarkan, warga dapat memilih jenis sembako seperti minyak dan gula, 150 botol plastik ditukar menjadi tempat minum dan 250 botol plastik dapat ditukar menjadi kaos atau handuk, dimana setiap akhir pekan terkumpul 25 kilogram sampah plastik.
"Kami meluncurkan program pilah sebelum dibuang agar kesadaran warga terus meningkat hingga akhirnya terbiasa, untuk menunjang program tersebut setiap acara Car Free Day kami menukar sampah plastik dari warga dengan berbagai macam produk termasuk sembako," katanya.
Pihaknya menargetkan warga yang menukarkan sampah plastik dengan berbagai produk dan sembako, dapat kembali mengkampanyekan pilah sebelum dibuang di lingkungan tempat tinggal-nya, sehingga target mengurangi volume sampah masuk ke TPAS dapat tercapai.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026