Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mendalami peristiwa dugaan tabrak lari yang menyebabkan seorang advokat DN meninggal dunia saat melintas di Jalan Raya Bandung-Cianjur tepatnya di depan Kantor Pengadilan Agama Cianjur, Kamis.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Ipda Prio di Cianjur, Kamis, mengatakan pihak telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan meminta keterangan saksi di lokasi, serta memantau kamera pengawas atau CCTV di sepanjang jalur tersebut.
Hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan yang menyebabkan korban tewas berawal ketika sepeda motor bernopol F 2704 ZG yang dikemudikan-nya melaju dari arah Cianjur ke Bandung, saat hendak berbelok ke kanan langsung dihantam kendaraan roda empat di belakangnya.
"Hasil olah TKP sementara korban hendak berbelok ke kanan, namun dari arah belakang terdapat kendaraan dengan laju kencang langsung menghantam sepeda motor korban," katanya.
Akibatnya korban sempat terpental sejauh beberapa meter sehingga mengalami luka serius, warga yang mendapati hal tersebut langsung membawa korban ke RSUD Sayang Cianjur, guna mendapatkan pertolongan medis namun selang beberapa jam korban dinyatakan meninggal.
Sehingga untuk memastikan penyebab tewasnya korban, pihaknya mendalami dan melakukan penyelidikan guna menemukan pengendara yang diduga menabrak sepeda motor korban dari belakang hingga korban kehilangan nyawa.
"Kami masih mendalami dan melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang menyebabkan pengendara sepeda motor meninggal dunia, kami sudah meminta keterangan saksi dan memeriksa sejumlah CCTV di sepanjang jalur tersebut," katanya.
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cianjur O Suhendra, mengatakan DN merupakan advokat sekaligus anggota LBH Cianjur diduga menjadi korban tabrak lari saat hendak menuju Kantor Pengadilan Agama Cianjur untuk mengambil nomor antrean sidang.
"Korban dengan sepeda motor hendak mengambil nomer antrian sidang di Kantor PA Cianjur pagi itu, ketika hendak berbelok tiba-tiba mobil bak terbuka langsung menghantam dari belakang hingga korban terpental," katanya.
Korban yang sempat menjalani penanganan medis di RSUD Sayang Cianjur, menghembuskan nafas terakhir Kamis siang, sehingga pihaknya meminta kepolisian segera mengungkap kasus dugaan tabrak lari yang menyebabkan DN meninggal dunia.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026