Antarajawabarat.com,19/12 - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Cianjur, Jabar, gencar melakukan sosialisasi pada petani, kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan), Sistem Resi Gudang (SRG).
"Disperindag merupakan instansi yang ditunjuk untuk melaksanakan program tersebut. Mulai mendirikan gudang SRG di Jalan Raya Sukabumi Kecamatan Warungkondang pada 2009, kemudian dilengkapi dengan mesin pengering gabah pada 2010," kata Kepala Disperindag Himam Haris, di Cianjur, Jumat.
SRG merupakan program dari Kementerian Perdagangan yang ditangani Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani padi di setiap kota/kabupaten di Indonesia.
Setelah dirasa cukup melakukan sosialisasi, ungkap dia, pada 2011 Diperindag mulai menerbitkan SRG dengan penyimpanan awal sebanyak 261 ton gabah dari petani. Pada tahun 2012, petani mulai tertarik dengan program tersebut sehingga penyimpanan mengalami kenaikan hingga 1.573 ton gabah.
"Tapi pada 2013 ada penurunan sedikit karena pada waktu itu ada pengalihan pengelola di gudang SRG. Penyimpanan gabah dari 1.573 ton menjadi 1.272 ton," katanya.
Namun penerunan penyimpanan kembali naik pada 2014 mencapai 2.000 ton gabah di SRG Warungkondang. Meskipun gudang SRG hanya mampu menampung maksimal sebanyak 1.100 ton gabah.
Melihat kondisi tersebut, Kabupaten Cianjur semakin tersohor sukses dalam pengelolaan SRG, hingga ke seluruh kota/kabupaten di Indonesia.
"Tahun ini sudah ada 12 kota/kabupaten yang berkunjung ke Cianjur, untuk mencontoh pengelolaan SRG ini. Meskipun SRG di wilayah lain sudah berjalan namun tidak sesukses di Cianjur," katanya.
Bahkan ungkap dia, tamu yang baru datang satu hari yang lalu dari Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, datang ke Disperindag Cianjur, untuk berbagi ilmu cara pengelolaan SRG.
"Saat ini, yang menjadi kendala untuk Cianjur, minimnya gudang penyimpanan, sehingga hanya sebagian kecil petani yang dapat menyimpan gabahnya di gudang SRG. Bahkan, pada saat ini Disperidag terpaksa menolak 700 ton gabah dari petani yang akan disimpan. Idealnya harus ada lima gudang penyimpanan," katanya.***2***
Fikri
