Antarajawabarat.com,1/9 - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, menanggapi biasa adanya aksi mahasiswa yang digelar saat pelantikan DPRD Jabar terpilih dengan tuntutan masalah dugaan korupsi di Jabar yang tidak terselesaikan.
"Biasa, aksi bagian dari demokrasi, silahkan kepemukakan dengan baik, asal jangan anarkis," kata Gubernur menanggapi aksi Himpunan Mahasiswa (HMI) terkait dugaan korupsi yang belum terungkap di Jabar usai pelantikan DPRD Jabar periode 2014-2019 di Gedung Merdeka, Bandung, Senin.
Ia berharap unjuk rasa dengan berbagai tuntutan yang dilakukan suatu kelompok dapat menjadikan pemerintahan lebih baik.
"Mari kita jadikan untuk lebih melakukan pengabidan kepada masyarakat sehingga kesehateraan cepat dilakukan," kata Gubernur.
Ketua DPRD Provinsi Jabar sementara periode 2014-2019 Gatot Tjahyono, menanggapi persoalan dugaan korupsi di Jabar akan menjadi perhatiannya serta anggota DPRD lainnya.
Ia menyatakan dugaan kasus korupsi yang disampaikan mahasiswa seperti masalah Bank Jabar dan Banten akan dipelajari bersama anggota DPRD lainnya untuk mengetahui inti permasalahannya.
"Akan dipelajari dulu dengan anggota lain. Karena saya sendiri baru masuk, makanya segala persoalan yang ada akan saya coba lakukan untuk dipelajari," kata Gatot politisi dari PDI-Perjuangan itu.
Sebelumnya massa dari HMI Jabar menggelar aksi disela-sela pelantikan anggota DPRD Jabar periode 2014-2019 menyampaikan Jabar memiliki persoalan kasus korupsi yang belum diselesaikan seperti dugaan korupsi alat kesehatan di Dinas Kesehatan, kasus Bank Jabar dan Banten, transparansi dana hibah dan bansos tahun 2012-2013.***1***
Feri P
