Antarajawabarat.com, 20/7 - Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen Dedi Kusnadi menyatakan TNI tidak akan membiarkan kelompok orang yang melakukan tindakan anarkis di Jabar menjelang dan setelah pengumuman pemenang pemilihan presiden.
"Tidak ada istilah pembiaran terhadap kelompok massa yang anarkis," kata Dedi usai memimpin latihan pasukan Kodam III/Siliwangi bersama Kepolisian Daerah Jabar di lapangan Gasibu, Bandung, Sabtu.
Ia menuturkan, TNI wajib mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan gangguan keamanan, bahkan siap membantu pengamanan jika diminta oleh kepolisian.
Ia telah mengimbau kepada seluruh jajaran anggota TNI untuk mengatasi persoalan keamanan di sekitarnya jika ada yang tidak terantisipasi sebelumnya.
"Jika ada kejadian diluar sektor yang tidak terantisipasi, dan disitu ada TNI, maka TNI pun berkewajiban menanganinya," kata Dedi.
Menjelang pengumuman pemenang presiden/wakil presiden 2014-2019, Dedi menyatakan seluruh jajarannya sudah siap menjaga keamanan dan menindak tegas pihak yang merusak demokrasi di wilayah Jabar.
Persiapan pengamanan itu, lanjut Dedi, anggotanya beserta anggota kepolisian Jabar menggelar latihan pasukan bersama mengantisipasi kemungkinan terjadi tindakan anarkis.
"Latihan ini dipandang perlu bagi Kodam dan Polda agar terlatih menghadapi unjuk rasa yang sifatnya anarkis," katanya.
Dedi menyatakan optimistis Jabar dalam kondisi aman, tidak akan mengalami permasalahan keamanan setelah hasil pengumuman presiden oleh KPU Pusat di Jakarta.
"Berkaca pada sejumlah ajang pemilu sebelumnya di Jabar semua berjalan kondusif," kata Dedi.
