Antarajawabarat.com,13/11 - Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Barat memberikan bea siswa kepada alumni qori dan qoriah yang berpretasi dalam rangka mendorong minat mereka mengembangkan seni baca Al Quran.
"Jumlah beasiswa itu untuk 65 orang, masing-masing Rp600 ribu untuk 10 bulan, diharapkan bea siswa sudah bisa diserahkan pertengahan Desember 2013," kata Ketua LPTQ Jawa Barat Ahmad Hadadi di Bandung, Rabu.
Secara khusus, Ahmad Hadadi yang juga Assisten Setda Jabar Bidang Keejahteraan Sosial itu telah mengumpulkan seluruh pengurus LPTQ Jabar.
Diharapkan, dengan program bea siswa itu menurut dia bisa mendorong para qori dan qoriah Jabar, serta untuk hafalan Al Quran untuk lebih termotifasi dengan apresiasi tersebut.
"Sebagian besar para qori dan qoriah itu berusia potensial, dan diharapkan prestasi mereka bisa memacu bagi generasi muda lainnya," katanya.
Selain pemberian beasiswa, program lainnya yakni TOT dan pendidikan latihan membaca dan pemahaman Al-Qur'an. Termasuk juga, membuat agenda yang harus dilaksanakan menjelang akhir tahun 2013 dan menyongsong 2014.
LPTQ Jabar telah menyiapkan program startegis, yang akan menjadi acuan untuk pembinaan Ummat Islam di Jawa Barat berkenaan dengan pembinaan penyelenggaraan bimbingan membaca Al-Qur'an, agar di Jabar melek Al-Qur'an.
"Sasaran kami agar masyarakat di Jabar melek Al-Qur'an, target kami 25 persen setiap tahun, masyarakat di Jabar melek Al-Qur'an, dengan sasaran bukan hanya masyarakat umum, tapi juga diperuntukkan kepada SKPD di Jabar," kata Hadadi.
Untuk satu hari bisa 260 orang, yang terbagi ke dalam empat kelompok, dengan waktu pelaksanaan sejak pagi sampai malam. Pihaknya akan mengalokasikan anggara khusus dari APBD sehinggan program itu bia direalisasikan dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Ahmad Hadadi menuturkan, untuk program Jabar melek Al-Qur'an, rencananya akan dilaksanakan di Bandung, dimulai pada pekan ketiga dan keempat November serta minggu pertama dan kedua bulan Desember 2013.
Sedangkan, untuk program TOT akan menyerahkan kepada Bidang Pendidikan dan Latihan untuk berkonsolidasi. Jadi LPTQ hanya tinggal melakukan konsepnya, berkaitan dengan metoda yang akan diberikan.
"Untuk program TOT, sebagai trainer tidak harus juara, tapi harus seorang trainer murni. Jadi penekannya pada bisa tidaknya menjadi trainner. Karena seorang Trainer atau guru harus ada panggilan jiwa, yang sudah terlatih kesabaranya, di samping punya wawasan dan pengalaman mengajar," kata Ahmad Hadadi menambahkan.***4***Budi Suyanto
Syarif A
