Bandung (ANTARA) -
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Anhar Hadian memgatakan dari putaran pertama sub PIN polio yang telah dilaksanakan pada bulan Maret-April, hasil capaiannya 73,4 persen dari target 180.000 sasaran, atau masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu 95 persen.
"Di Kota Bandung ada 39 RS. Saat putaran pertama kami hanya melibatkan tujuh RS. Tiap RS bisa memberikan kontribusi sampai ratusan sasaran. Kami minta pada putaran kedua seluruh RS buka pos vaksinasi polio sesering mungkin dan selama mungkin disesuaikan dengan jadwal pemeriksaan balita di RS," ujar Anhar di Bandung, Rabu.
Meski begitu, menurut Anhar, kondisi belum tercapainya cakupan vaksinasi polio dalam putaran satu, terjadi di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat.
"Tapi ada daerah yang sudah di atas 90 persen, lewat pelaksanaan sub PIN polio putaran kedua yang sudah dilaksanakan 15 Mei kemarin. Sementara wilayah yang capaiannya masih di bawah 90 persen, termasuk Kota Bandung, pelaksanaan sub PIN putaran kedua baru dimulai tanggal 22 Mei-2 Juni 2023," ucapnya.
Dijelaskan oleh Anhar, kondisi untuk daerah yang tidak mencapai target memang menjadi riskan karena berpotensi terjadinya penularan polio tipe 2 yang saat ini tengah dilakukan pencegahan penyebaran dengan vaksinasi yang diberikan.
"Polio yang saat ini sedang dilakukan vaksinasi adalah tipe polio yang bukan rutin diberikan vaksinasinya. Sehingga untuk pelaksanaan sub PIN ini sama sekali tidak melihat status vaksinasi polio sebelumnya," ujarnya.
Oleh karena itu, semua balita apapun status vaksinasi polio sebelumnya tetap harus divaksinasi polio dalam dua putaran, sehingga selain mengejar vaksinasi putaran kedua, pihaknya juga harus memenuhi target dari vaksinasi putaran pertama.