Dari 19,5 juta penderita diabetes, kata Elvieda, diperkirakan 50 persen di antaranya belum terdiagnosa. Sedangkan 13 persen pasien lainnya yang sudah terdiagnosa menjalani perawatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan hanya 1,2 persen kasus yang terkontrol dengan baik.
Upaya pengobatan jangka panjang dan pendekatan komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes mengalami tantangan yang terjadi di daerah terpencil, seperti kendala infrastruktur, sumber daya, dan kompetensi tenaga kesehatan yang terbatas.
"Hal ini menyebabkan banyak kasus diabetes di daerah terpencil harus dirujuk ke rumah sakit besar, tetapi isu geografis menyebabkan tidak semua pasien mau ke rumah sakit mendapatkan pengobatan. Ditambah pengetahuan cara pencegahan dan penanganan diabetes terbatas," katanya.
Affordability project menetapkan target untuk melakukan skrining diabetes terhadap 40 persen populasi orang dewasa, yaitu sekitar 230.000 orang, dan akan memberikan penanganan yang komprehensif untuk 6.000 pasien.
Sementara itu Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan bahwa diabetes merupakan induk dari segala penyakit tidak menular apalagi bila diidap sejak kecil.
Pewarta: Andi FirdausEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026