Keuntungan datang bahkan ketika bank sentral Thailand terdengar lebih suram dalam risalah dari pertemuan kebijakan terbaru, di mana bank memperingatkan dampak yang lebih besar dan lebih lama dari yang diperkirakan dari wabah Omicron pada pemulihan ekonomi.
Sementara itu, data menunjukkan inflasi Thailand naik kurang dari yang diperkirakan pada Desember dari setahun sebelumnya, dan tetap di bagian atas kisaran target bank sentral Thailand 1,0-3,0 persen.
Analis di Australia and New Zealand Banking Group memperkirakan tekanan harga sisi penawaran kemungkinan akan menjaga inflasi tetap tinggi dalam waktu dekat, dan memperkirakan inflasi rata-rata dalam kisaran bank sentral Thailand pada 2022 dengan kenaikan suku bunga tidak terwujud hingga 2023.
Di antara ekuitas, saham Malaysia naik hingga 0,5 persen setelah penurunan dua hari berturut-turut, indeks acuan Thailand naik untuk hari kelima berturut-turut, meningkat 0,3 persen ke level tertinggi sejak September 2019, dan indeks Nifty India 50 naik untuk hari keempat berturut-turut.
Bursa Efek Filipina, yang menghentikan perdagangan pada Selasa (4/1/2022) karena kesalahan teknis, turun 0,5 persen dalam sesi volume tipis, setelah terangkat hingga 1,3 persen pada awal perdagangan.
