ANTARAJAWABARAT.com, 29/10 - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Barat menggelar kompetisi musik rap se-Jawa Barat di Dago Plaza, Bandung, Sabtu, untuk memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember.
Kompetisi ini diikuti oleh 15 perwakilan kota dan kabupaten se-Jawa Barat, di antaranya kota dan kabupaten Cianjur, kabupaten Purwakarta, Kota Bekasi, kota Bogor, kota dan kabupaten Bandung, kabupaten Bandung Barat, kota Depok, dan kota Tasikmalaya.
"Kompetisi ini didesainkan untuk meningkatkan kepedulian anak muda terhadap HIV/AIDS dan Keluarga Berencana (KB-red)," kata , di lokasi kegiatan, Bandung, Sabtu.
Jenis musik Rap dipilih sebagai media kompetisi karena dianggap sebagai salah satu jenis musik yang dekat dengan remaja.
Musik Rap juga memungkinkan disisipi dengan lirik yang panjang, sehingga pesan moral tentang HIV/AIDS dan Keluarga Berencana dapat disampaikan dengan cara yang menarik.
Kepala Seksi Advokasi BKKBN Jabar Wawan Ridwan yang bertindak sebagai juri menuturkan, salah satu pertimbangan untuk penjurian adalah konten atau lirik yang disampaikan para peserta dalam lagu yang dibawakan.
"Karena salah satu tujuan kompetisi ini mengkampanyekan tentang HIV/AIDS dan KB, jadi pesan dan lirik dari lagu yang dibawakan juga menjadi perhatian kami, disamping masalah musikalitas dan penampilan secara keseluruhan," kata Wawan.
Oleh karena itu, dengan mengusung tema "Peningkatan Kualitas Penduduk, Keluarga Berencana dengan Pencegahan HIV/AIDS, Narkoba, dan Seks Bebas", lirik lagu yang dibawakan harus memiliki kesesuaian dengan tema tersebut.
Meski demikian, faktor musikalitas dan penguasaan tentang musik Rap pun juga menjadi poin terbesar dalam kompetisi ini. Untuk itu, hadir pula seorang musisi Rap asal Kota Bandung, Daya Nugraha.
Peserta perwakilan dari 15 kota dan kabupaten se-Jabar ini seluruhnya adalah masih tergolong usia pemuda, yaitu 16 hingga 30 tahun, sesuai dengan target dari kegiatan ini.
Dalam setiap timnya terdapat 2 hingga 6 orang personil yang masing-masing boleh mengekspresikan kemampuannya lewat bernyanyi rap atau pun 'beatbox' (menghasilkan musik dari mulut-red).
Seperti tim perwakilan kota Tasikmalaya bernama Tasik Beatbox Family (TBF). Dalam kesempatan itu, tim dengan personil empat orang ini tampil beda dari tim lainnya.
Berbeda dengan tim lainnya yang menggunakan minus one sebagai pengiring, TBF memilih untuk mengandalkan suara musik dari mulut atau yang lebih dikenal dengan sebutan 'beatbox', untuk mengiringi penampilan mereka.
"Kami memang dasarnya dari komunitas beatbox di Tasik, jadi ya sekalian saja untuk pengiringnya kami gunakan beatbox saja biar tampil beda," kata Ardiansyah, salah satu personil TBF saat ditemui seusai penampilannya.
Lagu yang mereka bawakan merupakan lagu ciptaan dari dua personil TBF, yaitu Ardiansyah dan Adit,
"kami menciptakan lirik dan nadanya sendiri. Awalnya sulit karena harus memasukan pesan-pesan moral di dalamnya. Tapi setelah cari referensi dari berbagai sumber, akhirnya jadi juga," tutur Ardiansyah.
Dari 15 tim yang tampil dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB ini akan diambil 3 terbaik. Sedangkan tim yang mendapatkan perolehan nilai tertinggi akan mewakilkan Provinsi Jawa Barat dalam Kompetisi Rap 2011 ke tingkat nasional.
"Pada intinya kami mencari tim terbaik untuk menjadi wakil Provinsi Jabar dalam Kompetisi Rap tingkat nasional nanti," kata Wawan.
-achie-
