ANTARAJAWABARAT, 29/5 - Pagelaran pasanggiri calung yang digelar Pemerintah Kota Tasikmalaya, di lapangan udara Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu, sebagai upaya melestarikan kesenian musik daerah yang masih banyak diminati masyarakat.
"Pasanggiri calung kreasi dalam rangka pemberdayaan dan melestarikan seni tradisi kita," kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Enung.
Kegiatan seni musik tradisional bertemakan "Pasanggiri Calung Kreasi" itu, kata Enung, diikuti perwakilan satu kelompok calung dari masing-masing kecamatan di Kota Tasikmalaya.
Peserta berjumlah 10 kelompok calung itu memainkan kepiawaian alat musik terbuat dari bambu di hadapan para tamu undangan dan masyarakat umum serta penikmat kesenian daerah.
Sebelumnya, kata Enung, diawali pasanggiri tingkat kecamatan, kemudian yang meraih juara pertama berhak mengikuti pasanggiri calung tingkat Kota Tasikmalaya.
"Dengan munculnya tingkat kecamatan banyak, maka perkembangannya bagus jadi tidak mati, makanya ini perlu dikembangkan, kearah yang lebih baik melalui pasanggiri," kata Enung.
Keberadaan kesenian musik calung di Kota Tasikmalaya, menurut Enung, cukup baik apabila dibandingkan dengan daerah lain, terbukti masih terdapat kelompok calung yang dikelola masyarakat di masing-masing kecamatan.
"Dengan masih adanya kelompok calung, alhamdulillah dibandingkan dengan daerah lain, kita masih hidup," katanya.
Bahkan kelompok calung di Kota Tasikmalaya, kata Enung, bukan hanya dari kalangan orang tua melainkan kebanyakan anak muda yang mencintai seni musik tradisional calung.
"60 persen pemain calung di Kota Tasikmalaya itu generasi muda, justru mereka memainkan kolaborasi, ada yang pakai biola, dan alat musik lainnya, ada juga yang murni calung," katanya.
