"Alhamdulillah sejak Kamis sore air Tarum Barat sedikit demi sedikit naik dan bisa masuk ke industri," kata Penasihat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karawang, Bahusin Enim, kepada ANTARA, di Karawang, Kamis malam.
Dikatakannya, sesuai dengan pantauan yang dilakukan petugas perusahaan, pada Kamis sekitar pukul 15.00 WIB, ketinggian saluran atau irigasi Tarum Barat mulai naik 50 centimeter dari lantai "intake" perusahaan. Normal "intake" itu mencapai 150 centimeter.
"Lumayan terbantu pasokan air baku perusahaan dengan naiknya Tarum Barat itu," kata Bahusin.
Ia berharap, kondisi saluran Tarum Barat akan kembali normal menyusul sudah dtutupnya satu pintu Bendung Curug yang jebol dengan pintu darurat. Sehingga pasokan air perusahaan kembali normal.
Pada Selasa (11/1) siang, satu dari tujuh pintu Bendungan Curug, Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang, jebol, hingga mengganggu pasokan air ke Karawang, Bekasi, dan Jakarta serta pasokan air ke Subang dan Indramayu.
Semua air di Bendungan Curug tersebut mengalir ke saluran Tarum Utara atau Bendungan Walahar sehingga, kondisi air di Bendungan Walahar cukup tinggi.
Sedangkan saluran induk Tarum Barat yang menuju Kalimalang termasuk pasokan air untuk perusahaan di Karawang dan saluran induk Tarum Timur yang airnya mengalir ke Subang dan Indramayu surut.
Sambil menunggu normalnya Tarum Barat, sejumlah perusahaan di Karawang sempat memanfaatkan air cadangan, hasil dari menyedot sisa-sisa air dari Tarum Barat.
Hal itu dilakukan sampai kondisi air di Tarum Barat kembali normal.
Ali Khumaini
Editor : Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026