Ngamprah, 17/12 (ANTARA) - Setelah empat hari melakukan pemblokiran jalan menuju TPA Sarimukti Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat , Jawa Barat, akhirnya warga tiga desa bersedia memberi jalan kepada truk pengangkut sampah.
Warga sendiri beranggapan jika penutupan jalan menuju TPA itu dilakukan agar pemerintah baik provinsi dan tiga daerah pembuang sampah ke TPA Sarimukti cepat tanggap atas keluhan yang dialami warga tiga desa yakni Desa Rajamandala, Mandalasari dan Sarimukti yakni kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki, kata seorang perwakilan warga Gianta kepada wartawan, Jumat.
"Sebenarnya kami warga tiga desa tidak ingin menutup jalan menuju TPA Sarimukti, kalau saja pemerintah melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan memenuhi janjinya untuk memperhatikan kesehatan dan juga air bersih bagi warga sekitar TPA. Makanya sekali saya mohon maaf kepada warga Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat," katanya usai bertemu langsung Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda.
Kedatangan Ayi itu untuk berdialog langsung dengan warga tiga desa. Menurutnya, ia bisa memahami apa yang diinginkan warga dalam melakukan aks pemblokiran jalan itu.
Ia mengatakan, hal itu terjadi lantaran komunikasi yang tidak maksimal antara warga dengan pemerintah. Oleh karenanya, kedatangannya langsung itu, diharapkan bisa menjembatani antara kepentingan warga dan pemerintah baik Pemprov Jabar maupun Pemkot Bandung.
"Komunikasi selalu penting dilakukan untuk mencegah konflik. Kedatangan saya kesini untuk membangun komunikasi. Apalagi Kota Bandung sangat berkepentingan. Kalau TPA Sarimukti ditutup terus, dikhawatirkan musibah terburuk menumpuknya sampah di Kota Bandung akan kembali terjadi," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, warga tiga desa yaitu Desa Mandalasari, Rajamandala, dan Sarimukti melakukan pemblokiran jalan menuju TPA Sarimukti sejak Senin (12/12) lalu. Akibat penutupan itu, sampah menggunung di beberapa tempat di Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung.
Dengan masih ditutupnya akses jalan masuk ke TPA Sarimukti itu, otomatis Kota Cimahi, Bandung, Kabupaten Bandung serta KBB mengalami penumpukan sampah. Sejak empat hari terakhir, terutama di Kota Cimahi, terlihat tumpukan sampah di beberapa ruas jalan serta TPS-TPS.
Koordinator warga, Gyanta mengatakan, masyarakat tiga desa tidak akan membuka portal apabila tuntutan warga tidak dipenuhi, yaitu perbaikan jalan. Tuntutan warga dipandang wajar karena saat ini kondisi jalan sepanjang 8 kilometer ini rusak berat.
"Permasalahan ini harus menjadi bahan introspeksi pihak terkait. Karena kerusakan jalan ini karena tak kuat menahan beban truk sampah. Oleh karenanya kami meminta pertanggungjawaban pemerintah. Sampai saat ini saya memang sedikit mendapatkan informasi jika telah ada perhatian dari gubernur, tapi kami belum percaya betul sebelum jalan ini dipastikan akan diperbaiki," pungkas Gyanta.***1***
