Cikarang, Bekasi, 7/6 (ANTARA) - Lahan sawah di Desa Srimahi dan Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, seluas 250 hektare terancam gagal panen akibat serangan hama tikus.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Bambang di Cikarang, Senin, mengatakan serangan hama tikus tersebut terjadi Kampung Gabus, Kedung, Pulo Pater, Pulo Dadap, dan Alas Malang.
"Kerugian akibat hal itu mencapai ratusan juta rupiah karena ada yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi berasnya. Kami bersama petani akan memburu tikus-tikus itu secara bergiliran ke desa-desa tersebut," ujarnya.
Dikatakan Bambang, hama pengerat tersebut diduga berasal dari Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang bermigrasi ke lokasi pertanian.
"Sebab, tikus memang selalu mencari dataran yang lebih tinggi. Hal ini sering terjadi hampir setiap bulan," katanya.
Hama tikus tersebut akan diantisipasi dengan cara membuat jebakan dan menyemprotkan gas pembasmi tikus. "Kegiatan itu akan kami lakukan dalam pekan ini. Sebab, kalau dibiarkan kasihan petani tidak mendapat masukan," katanya.
Sementara itu, Marga (45) salah seorang petani di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, mengatakan serangan tikus telah menyebabkan sawah seluas 700 hektare di wilayah setempat dan Sukakarya mengalami gagal panen.
Akibat situasi itu, dirinya mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. "Padahal untuk modal tanam dulu, saya berutang ke tetangga. Kalau sudah seperti ini, saya rugi besar," katanya.
Marga mengatakan, untuk membasmi hama tikus, petani melakukan perburuan dengan menggunakan gas beracun yang dimasukkan ke dalam lubang sarang tikus. Tikus yang keracunan akan berhamburan keluar dan dibunuh.
Andi Firdaus
